Minggu, 22 Juni 2014

Sudahkah Anda melayani Tuhan?

"sudahkah anda melayani Tuhan?"

Tentu sebagai orang beriman jawaban yang ideal adalah ya.. saya sudah melayani Tuhan.yaa tentu jawaban itu yang pasti akan kluar,  namun sebagai orang yang beriman juga. Saya ingin membuktikan, mencari tahu bagaimana menjadi PelayanNya?


Selama proses itu saya memunculkan pertanyaan sendiri yaitu siapa saja pelayan Tuhan, apa saja bentuk pelayanan itu, dimana saya melayani, pelayanan seperti apakah yang diinginkan Tuhan? apakah diperlukan pelayanan dari saya? Lalu bagaimana cara saya melayani Tuhan? Apakah perlu juga saya melayani sementara saya lihat sudah ada pelayan Tuhan lainnya?

Huhh... dari pertanyaan itu saya memutuskan utk menjadi pelayan Tuhan. Selama saya menjadi pelayan Tuhan saya berpikir, menekuni dan berusaha untuk menjawab pertanyaan itu dengan berproses. Ya.. saya akui saat ini saya masih melakukan proses utk menjadi pelayan Tuhan.

Dari pengalaman saya yang masih sedikit ini saya sudah mulai bisa menjawab pertanyaan itu dengan penghayatan, perkataan dan perbuatan. Jawaban Yang pertama adalah semua orang beriman memiliki hak untuk melayani Tuhan. Kenapa sya hanya sebutkan hak? Mana kewajibannya? Hah... kesampingkan dl deh makna kewajiban karena makna itu terasa seperti menuntut, tanggung jawab. Yahh yang jelas orang-orang saat ini lebih senang membincarakan haknya dari pada kewajiban.
Setiap orang beriman memiliki hak untuk melayani Tuhan. Hak sebagai pelayan Tuhan bisa diartikan yaitu setiap orang boleh menerima / mendapatkan kesempatan untuk melayani Tuhan.

Dalam hal ini saya menemukan kasus nyata yang sering terjadi di kalangan orang beriman.Terkadang bahkan sering seseorang atau sekelompok orang menghalangi, mengurangi dan menentang orang lain untuk menjadi pelayan Tuhan,mendapatkan hak jd pelayannya. Saya ingin share kasus ini karena saya juga mengalami hal tersebut dan saya tidak ingin diantara kita ada yang menghalangi hak orang lain untuk melayani Tuhan.

Pernah ada pihak-pihak yang mencoba menghentikan pelayanan saya. Ketika itu saya melayani Tuhan, bentuknya dengan bergabung dalam anggota choir gereja. Ya  karena saya suka bernyanyi dan saya merasa mampu menjadi pelayan Tuhan sebagai penyanyi, maka bergabunglah saya disitu. Tetapi rupanya ada orang-orang yang tidak suka saya bergabung. Disitu saya seperti diuji mental juga. Ketika setelah latihan nyanyi saya tidak diajak ngobrol, ada yang meremehkan saya dengan kalimat yang tidak menyenangkan salah satunya seperti ini "mba itu klo nyanyi yang keras kaya saya, ko ini malah pelan2, bisa nyanyi ga mba? " waduh saat dengar kalimat itu saya ciut banget ga punya nyali untuk membela diri. Yo wes terima aja dan karena sering di ledek di ejek dgn kalimat serupa, saya akhrnya memutuskan untuk berhenti melayani Tuhan dalam bernyanyi dan tidak datang lagi ke latihan menyanyi seterusnya. Tetapi dgn berhenti melayani itu saya gelisah saya berdoa , Tuhan sebenarnya aq masih mau bernyanyi utk bantulah aq utk itu Tuhan. Sampai suatu hari saya bahagia sekali karena ada orang yang menyadari bahwa suara saya itu bagus dan saya bisa bernyanyi, sehingga orang tersebut mengajak saya kembali utk bernyanyi melayani Tuhan lagi.

Selanjutnya saya juga mulai bs menjawab pertanyaan berikut-berikutnya. Bentuk pelayanan saya bisa berbagai macam, antara lain sebagai penyanyi anggota choir, membantu sesama manusia dengan ikut terlibat membantu di kegiatan gereja, contohnya ikut kegiatan sosial di posko, gabung di omk, membantu untuk mengajar bina iman, dll. Saya melayani Tuhan dimana saja bukan hanya di paroki sendiri tetapi juga di paroki lain dan tempat lain.  Saya yakin juga bahwa Tuhan menginginkan pelayan yang berasal dari hati, dengan sepenuh hati,tulus, iklas. Saya merasa bahwa saya diperlukan Tuhan dan saya perlu melayani Tuhan walaupum sudah ada pelayan lainnya.

Saat ini saya juga sudah mulai kuat untuk melayani Tuhan. Yah terkadang perlu dukungan extra. Seperti contohnya ketika saya diminta untuk membantu di omk wilayah menjadi koordinator wilayah, dan ada saja pihak tidak setuju. Seorang ketua lingkungan berkata kurang lebih seperti ini : "wah.. saya tidak tahu ya anda itu dipilih siapa dan kenapa bisa dipilih. Mungkin hanya kalian teman2nya saja yang pilih atau berdasarkan apa saya juga ga tw. Tapi yang jelas kami dr lingkungan sudah menujuk 1 orang yang menjadi koordinator dan bukan anda"
Tanggapan saya ketika dengar seperti itu, saya hanya bisa senyum dan menahan rasa gondok. Saya rasanya ingin menjawab. Ya saya hanya di percaya dan hanya sebagai pembantu Tuhan aja kok. Haduhh jujur ketika diminta bantuan saya ga mau ada embel2 koordinator atau apapun yg kesannya seperti pemimpin karena saya merasa blm pantas utk memimpin orang lain untuk ikut sebagai pelayan Tuhan.
Dengan mendengar kalimat tersebut saya smakin ingin membuktikan bahwa saya pantas melayani Tuhan. Dan saya justru penasaran , memangnya seperti apa dia melayani Tuhan.

Saya sadar Rasa penasaran ini lbh mengarah ke negatif saya terpancing utk mencari tahuapa saja yang baik dan yang buruk dari org tersebut. Jujur sih kok malah saya dapat info negatifnya lbh banyak drpada positifnya. Krn merasa saya salah saya coba trus cari hal positif dari dirinya, dgn tujuan supaya saya bisa memujinya. Tetapi malah semakin saya pgn tahu sisi positifnya ko malah smakin banyak cerita negatif ttg dirinya dr orang lain. Huahh... saya sering menghela nafas panjang sebagai bentuk prihatin saya kepada beliau. Dan saya berkata dalam hati dan tulisan ini " lah piye toh sampean niku ko ingin kelihatan punya peran penting dan memiliki kuasa di masyarakat banyak tetapi di sisi internalnya seperti tdk mampu menunjukkan peran  anda yang sesungguhnya. Banyak hal yang disanggupi tetapi kalau ditegok kedalam hal-hal yang disanggupi itu tidak tuntas diselesaikan, tidak rapi dikerjakan, ad yang keteteran, ada yang hilang, ada yang lupa. Tetapi saya ingat hal-hal yang tidak selesai, tidak rapi itu bisa anda tutupi dengan kepiawaian anda dalam berpenampilan, perkataan, dan saya menyimpulkan bahwa anda pintar mencari muka di depan petinggi- petinggi.

Demikian cerita panjang lebar saya. Mohon jangan ditiru pengalaman saya dicerita terakhr.
jangan pernah mencari tahu tentang kehidupan orang lain ketika anda merasa dilukai oleh orang tersebut. Karena begitu anda menemukan hal-hal negatif dari orang tersebit anda justru merasa puas seolah-olah keadaan seimbang dgn beranggapan sendiri hahwa orang itu ternyata sudah mempermalukan dirinya sendiri sebelum anda mulai mempermalukan dia didepan orang banyak, dan saya rasa tidak perlu saya repot utk membalasnya karena ternyata perbuatan yang dilakukan org tersebut tidak disukai oleh orang lain.
Saya berterima kasih pada Tuhan, karena Tuhan telah menghentikan niat saya utk balas dendam, Tuhan telah menghentikan saya utk mengejeknya kembali.

Terima kasih Tuhan dgn saya menuliskan ini smoga para pembaca tidak mengikuti perbuatan buruk saya walaupun mungkin anda juga pernah merasakan hal yang sama. Pesan saya saat ini adalah teruslah melayani Tuhan jangan hiraukan pendapat negatif dari orang lain terhadapmu. TUTUP MATA TUTIP TELINGA TEGUHKAN HATI UNTUK TUHAN.

Apakah arti kasih bagi anda kristiani?

Kasih.. ya kata kasih sering disebutkan dikalangan kita. Terutama umat kristiani.
Bagi saya kasih adalah sebuah kata yg mengandung makna saling menyayangi, peduli, rela berkorban dan hal2 yg mengandung nilai positif.

Saya ingin bercerita mengenai pengalaman saya mengenai kasih.
Suatu ketika saya pernah ikut kebaktian tmn2 yg beragama kristen baik di gereja atau di tempat perkumpulan tertentu secara kristen dan Saya sebagai umat katolik jg sering ikut ibadat dan misa di gereja atau tempat tertentu.

Seiringnya waktu berjalan.. kini saya merasa kok ada perbedaan ya, terutama dari makna kata kasih.
Ketika saya bersama mereka yg berimani kristen saya merasa lbh dekat dgn mereka seperti saudara walaupun baru pertama kali kenal. Ada rasa kehangatan dan ketulusan.
Dan ketika saya bersama mereka yg berimani katolik saya juga merasa demikian.
Tetapi seiring waktu berjalan saya merasa ada yang palsu. Ada beberapa kasus yg akan saya sharingkan dibawah ini. Dari kasus-kasus yang saya paparkan membuat saya semakin peka dan lebih mengimani kristus. Secara sadar saya peka dengan mereka yg ada disekeliling saya.

1. Kasus pertama :

Ada yang membawa makna kasih itu hanya dengan orang-orang tertentu. Berkoar-koar, akrab, bersikap baik seolah-olah mereka punya kasih untuk semua orang yg bisa dibagikan untuk orang lain. Tetapi setelah mendapatkan cerita tentang siapa orang itu sebenarnya. Ko rasanya hanya kliatan omong kosong. Justru sebaliknya. Ya biasa.. mungkin untuk menutupi kelemahan. Saya kecewa dengan orang2 seperti ini. Berikut dibawah akan saya paparkan hal-hal nyata yg membuat saya kecewa terhadap orang pertama ini.

Suatu ketika ada permasalahan antara sepasang anak. Anak yang pertama adalah anak berimani katolik dan anak lainnya atau yang kedua adalah anak yang belum mengimani katolik tetapi akan mengimani katolik. Singkat cerita permasalahan ini berawal dari sekolah dan hanya masalah antara si anak saja. Tetapi masalah ini berlanjut ke masalah orang tuanya bahkan berlanjut lagi menjadi masalah keluarga inti, berkembang pula menjadi masalah keluarga besar bahkan tumbuh menjadi masalah sekelompok orang.
Masalah ini akarnya terus berkembang namun yang mengembangkan hanya dari pihak pertama saja. Sedangkan pihak kedua lebih memilih jalan lain untuk tidak mengembangkannya. Pihak pertama memperlihatkan bahwa kini masalah dari anak-anak sudah tumbuh menjadi masalah yg menjadi kebencian dan dendam. Si anak ke 2 dijauhi oleh pihak pertama dan sekelompok orang yang mengaku dirinya beriman katolik dan mebagikan kasih. karena masalah ini juga pihak kedua mulai menjauhi iman katolik dan mempertanyakan dimana makna kasih sesungguhnya? Bukankah makna kasih itu saling menyayangi, merangkul semua orang sekalipun berbeda agama. Namun.. karena sikap pihak pertama dan sekelompok orang tadi bertentangan dgn makna kasih. Pihak ke 2 sepertinya semakin yakin utk tidak dibabtis alias tdk katolik karena sebenarnya ia sedang mendalami iman katolik namun ia tidak merasakan adamya kedamaian, persaudaraan dalam kasih. Mungkin alasannya bukan cuma itu saja. Demikian crita dari kasus pertama.

Jujur ketika menulis cerita kasus ini saya takut karena saya merasa dekat dengan kedua pihak tersebut. Saya takut dijauhi jg oleh pihak pertama. Saya takut kalau ada menyinggung perasaan pihak ke 2 yg kini lebih banyak diam.
Tetapi yang saya mau angkat dr kasus pertama ini adalah makna kasih sesungguhnya.
Bagi para pembaca. Mohon jangan pernah menilai seseorang beriman tinggi hanya dengan melihat orang tersebut aktif, rajin ke gereja, dan suka mensebut-sebut kata kasih.
Dari kasus pertama ini terlihat jelas kepalsuannya. Bahwa orang yg aktif dan rajin ke gereja tersebut belum melakukan makna kasih. PLEASE DON'Y JUDGE THE BOOK BY THE COVER.

Saya masih ingin cerita dgn memberi contoh dari kasus- kasus lainnya ditunggu ya...

Jumat, 14 September 2012

Hanya sebuah cerita :-)

Curhatan Seorang Bapak Kepada Anaknya.

Kisah nyata ini menjadikan sumber inspirasi dan motivasi penulis dalam berkarya.


Diawal pensiunnya seorang Bapak bercerita dan berpesan kepada Anaknya.

Kata Si Bapak       : Dek, kalau bisa kamu bekerja di pemerintahan Negeri ya.


Si Anak  berkata   : Emang kenapa Pak?


Kata Si Bapak   : Bapak tidak ingin kamu seperti Bapak yang bekerja di swasta seperti Habis Manis Sepah dibuang.                


Si Anak berkata    : Loh kok seperti itu Pak?


Kata Si Bapak  : Yahhh.. Bapak juga tidak tahu. Mungkin Bapak hanya dianggap sebgai orang yang sudah tua dan tidak mampu bekerja lagi. Bapak sudah berusaha bicara dari hati ke hati lewat selembar kertas namun itupun tak berguna. 


Si Anak berkata    : Oh Surat yang waktu itu aku ketik ya, pa?


Kata Si Bapak : Iya betul.Bapak hanya ingin melihat kamu sukses menyelesaikan studi belajar. Namun, ketika keputusan pensiun itu keluar Bapak hanya terdiam, Bapak bersyukur, berpikir positif bahwa memang sudah saatnya saya istirahat dan berdoa semoga Tuhan tetap sayang sama kita, dan Bapak diberikan rejeki lebih sama Tuhan.

Si Anak berkata  : Syukur kalau Bapak masih ingat kalau Tuhan sayang Bapak (sambil menahan tetesan air mata yang tidak ingin dilihat oleh Bapaknya).


Suasana hening sejenak dan kemudian Bapak itu melanjutkan ceritanya.


Kata Si Bapak     : Dek Bapak sungguh merasa tidak dihargai oleh Pimpinan. Surat Pensiun itu datang dari tangan orang lain. Dalam surat itu terdapat bekas tipe-x. Bapak sempat berpikir ini surat resmi atau bukannya. Namun setelah Bapak baca sampai bawah ini memang sungguh surat resmi ada tanda tangan seorang pemimpin dibawahnya.


Si Anak berkata   : Maaf pa, aku belum bisa banyak membantu. Bapak yang sabar ya, semua akan indah pada waktunya. Tuhan Yesus selalu menyertai kita sekeluarga Pa. Jangan terlalu dipikirkan perkataan dan perbuatan negatif dari orang lain. Sekarang Bapak tidak boleh sedih. Bapak harus yakin bahwa AnakMu ini nantinya pasti layak untuk dibanggakan.


Demikian kisah nyata hanya sebuah curhatan seorang Bapak kepada Anaknya. Jika anda membaca kisah ini dengan hati tulus pasti anda bisa merasakan sakit hati atau bahkan luka batin yang dirasakan Bapak ini. Mungkin beberapa orang hanya menganggap luka itu hanya perasaan pribadi/bahkan pikiran negatif dari seorang Bapak. Namun, dalam kisah ini tersirat makna kasih sayang. Ketika luka itu terasa sakit seorang Bapak tidak ingin anaknya kelak merasakan Luka seperti yang Ia Alami.

Penulis hanya bisa menuliskan ini saja. Semoga kita yang ada di Bumi sadar bahwa tidak ada satupun manusia Ciptaan Tuhan yang layak diremehkan, tidak dihargai ataupun direndahkan oleh sesamanya. 

Kamis, 12 Juli 2012

ARTI HIDUPKU

Inspirasi hidup dari sebuah lagu yang pernah ku nyayikan.


Tiap Hari lepas tiap hari

Dengan rasa berat hati

Arti dan tujuan hidup ini dari iman dan kasih..

 

Marilah kita berdiri dengan rasa kuat hati.

Arti dan tujuan hidup ini dari Iman dan Kasih 

 

Hidup bukan karena hari

Hidup bukan karena arti

Bebas dari segala Dosa inilah arti hidupku.

 

Arti hidupku.

Kamis, 05 Juli 2012

Cloap Program Affiliasi - Cara Mudah cari uang

Masih Sendiri, Karena bayanganMu

Kita ga pernah bersama tapi kita punya cerita bersama,

Cerita yang ga akan pernah habis, tanpa ikatan cinta kita bersama, tertawa bersama, menangis bersama, berjuang berjuang bersama. Semua ini kita atas namakan cerita sahabat yang ga akan pernah terpisahkan.

Dalam perjalanan cerita ini sebenarnya ada cinta dan kasih sayang yang kuat. Aku bisa merasakan itu dan tentunya kamu. Namun yang terjadi kita justru menyangkal rasa itu menganggap semua tanpa cerita cinta dan kasih. Cinta dan kasih saling menyayangi satu sama lain, adanya rasa ingin memiliki dihapuskan dari dasar hati terdalam. Kini harus dijalani dalam kepalsuan. Mencari kambing hitam untuk bisa mencintai orang lain. mencari kesibukan demi untuk tidak menikmati kebersamaan yang pernah dirasakan. Mendekatkan diri dengan orang-orang baru demi melupakan bayanganMu. Menekankan hal negatif dari dirimu demi untuk melepaskanMu. Tapi sampai saat ini aku masih baik-baik saja dalam kepalsuan dan rasa sakit itu. Entah sampai kapan ini harus diakhiri. Mungkin sampai ada dirinya yang tulus mencintai dan menyayangiku, sehingga bisa menghapus bayanganMu dalam hidupku.

Bagaimanakah denganMu? Tersirat dengan tanda tanya dalam hati.

Keep Going..

^_^